74 Tahun Peristiwa Berdarah Kemusuk Diperingati dengan Ziarah dan Seminar

share on:
Sebagian peserta ziarah dan seminar || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) – Ratusan warga mengikuti upacara dan ziarah ke Makam Somenggalan Kemusuk Argomulyo Sedayu Kabupaten Bantul, Selasa (28/2/2023).

Usai ziarah dilanjutkan dan seminar nasional tentang sejarah tragedi pembantai di Kemusuk oleh Belanda yang terjadi 74 tahun silam.

Di Makam Somenggalan terdapat ratusan pusara masyarakat korban pembataian Belanda pada 7 dan 8 Januari 1949. Upacara dan ziarah bersama ini dihadiri Bupati Bantul H Abdul Muslih, para tokoh dan pakar sejarah serta sejumlah keluarga Jenderal Besar HM Soeharto.  

BACA JUGA:  JAT Kembali ke Homebase Usai Memukau di Event F1 Power Boat Danau Toba 2023

Sedangkan seminar diadakan di Museum Memorial Jenderal Besar HM Soeharto (Mantan Presiden RI), digelar oleh Yayasan Kajian Citra Bangsa (YKCB) dengan mengusung tema ‘Memaknai Peristiwa Kemusuk-Somenggalan dalam Serangan Umum 1 Maret 1949’. 

Tampil selaku narasumber, Guru Besar UGM Prof Dr Djoko  Suryo, Guru Besar Sejarah UI Prof Dr Susanto Zuhdi, Dosen Universiyas Pertahanan Jakarta Dr. Kolonel Kusuma dan Ketua Asosiasi Guru Sejarah Indonesia  Dr. Sumardiansyah Halim Perdana Kusumah dan Dr Stepi Anriani (Dosen SekolahTinggi Intelijen Negara) selaku moderator.

Peserta seminar memeringati tragedi Kemusuk || YP-Ist

Sebelum seminar dilakukan pembacaan puisi terkait peristiwa sejarah tragedi Kemusuk oleh para siswa Sekolah Kebangsaan setempat yang cukup memukau. Selain itu juga dilakukan pemberian buku sejarah tragedi berdarah itu dari YKCB kepada para nara sumber seminar dan tamu kehormatan. 

“Peringatan ini penting dilakukan diantaranya untuk mengingat, mengenang, menghargai dan meneladani perjuangan para pejuang di masa lalu,” kata Abdul Halim Muslih.

BACA JUGA:  Pemkab Sleman Raih Adipura 2022

Ketua YKCB Mayjend TNI Lukman R Boer mengatakan kita dapat seperti ini juga berkat jasa perjuangan para pahlawan. Sehingga mengenang perjuangan dan jasa perjuahan para pahlawan harus dilakukan.

Dalam seminar itu juga terungkap, saat itu Belanda menganggap bahwa Tentara Nasional Indonesia sudah terkalahkan olehnya. Namun ternyata tiba-tiba terjadi perlawanan Serangan Umum 1 Maret. Penyerangan oleh tentara kita bersama masyarakat kepada Belanda dipimpin oleh Letkol Soeharto. Maka Belanda marah dan pada 7- 8 Januari 1949 Belanda membumi hanguskan Kemusuk yang mengakibatkan ratusan warga Kemusuk menjadi korban. Sebagian dari mereka warga Kemusuk dimakamkan di Makam Somenggalan. (Spd)


share on: