Yogyapos.com (SLEMAN) - Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengukuhkan 50 orang Kader Bela Negara, di Balai Kalurahan Wukirsari Cangkringan, Jumat (20/9/2024).
Para Kader Bela Negara tersebut, setelah mengikuti latihan dasar bela negara selama tiga hari dari tanggal 17 hingga 19 September 2024. Terdiri dari berbagai unsur yakni, Linmas, Perangkat Kalurahan, Dukuh, generasi muda, jaga warga, dan unsur perempuan.
Peserta Latsar juga mendapatkan teori dan praktek dari TNI-Polri mengenai baris, berbaris, teknik-teknik bela diri dan Teknik pengaturan lalu lintas. Sedangkan materi lain di hari pertama, meliputi Permendagri Nomor 38 tahun 2011 tentang Pedoman Peningkatan Kesadaran Bela Negara di Daerah oleh Badan Kesbangpol Sleman, serta materi Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara oleh Kodim Sleman.
Pada hari kedua, Bagian Hukum Kabupaten Sleman memberi materi Sleman Peduli HAM. Dilanjutkan Menumbuhkan Kesadaran Bela Negara Masyarakat dari UPN Veteran. Dari KPUD Sleman, Tahapan Pilkada tahun 2024. Masih di hari kedua, Implemantasi Bela negara di Kapanewon Cangkringan, disampaikan oleh Panewu Cangkringan.
Sedangkan untuk hari ketiga materi disampaikan dari Polresta Sleman, Teknik pengaturan lalu lintas, dan materi Sinergitas aparat keamanan dengan masyarakat untuk menciptakan kamtibmas yang kondusif dan Kesbangpol Sleman memberikan materi Bela Negara untuk mewujudkan ketahanan nasional kemudian dilanjutkan dengan pengukuhan peserta latsar.
Bupati Sleman dalam sambutannya berpesan kepada peserta latsar yang telah dikukuhkan sebagai kader bela negara untuk dapat menjadi contoh dan panutan di lingkungan masing-masing. Apa yang didapat selama latsar baik teori dan praktek dapat ditularkan kepada orang lain mengingat keterbatasan peserta yang diikutkan dalam latsar, sehingga cakupan akan dapat lebih luas lagi ke masyarakat.
Hal ini perlu mengingat tantangan yang dihadapi saat ini bermacam-macam dengan kemajuan dunia digital dan masyarakat Sleman yang berbeda-beda baik agama, suku dan ras sehingga rawan terjadinya gesekan dan konflik sosial. Inilah peran dan tugas Saudara sebagai kader bela negara untuk bisa meminimalisir konflik sosial sehingga tercipta suasana aman, damai dan dinamis di masyarakat. (*/Agn)
