300 Siswa SD Berkreasi Meriahkan Launching Eduwisata Pembatik Cilik di Dusun Gunting

share on:
300 siswa SD membatik memeriahkan launching Eduwisata Pembatik Cilik, di Kampung Batik Dusun Gunting Gilangharjo, Pandak, Kamis (1/9/2022) || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) – Pemkab Bantul melaunching Eduwisata Pembatik Cilik, di Kampung Batik Dusun Gunting Gilangharjo, Pandak, Kamis (1/9/2022). 

Acara yang dihadiri pihak Komite Sejahtera Astra dan sejumlah anggota DPRD ini diikuti 300 siswa Sekolah Dasar. Para siswa ini sekaligus iberi kesempatan mengekspresikan kreativitasnya membatik, dan sebagian lainnya tampil i atas panggung kesenian.

Salah satu anggota DPRD Bantul yang hadir, Drs H Heru Sudibyo MM, menyambut baik peresmian Eduwisata tersebut. Ia juga sangat berharap destinasi wisata tersebut kelak benar-benar diminati masyarakat, khususnya wisatawan.

"Mengikuti acara ini melalui demo membatik, fashion show sekaligus menyaksikan kesenian tradisional jawa anak-anak memperoleh banyak manfaat," kata Heru Sudibyo, di sela berlangsung acara ini.

Menurutnya, acara tersebut benar-benar memiliki fungsi edukasi, ajakan dan membangkitkan imajinasi sekaligus pelestarian batik bagi anak. Maka juga tidak menutup kemungkinan nantinya anak akan menjadi pembatik ataupun pengusaha batik yang mumpuni.

“Saya selaku anggota dewan juga akan berupaya agar pemerintah dan pihak lainnya mengupayakan kegiatan membatik menjadi kebiasaan dan familier bagi anak-anak di tengah masyarakat. Diharapkan pemerintah mendukung sepenuhnya,” katanya.

Ia menambahkan, seni batik yang merupakan peninggalan seni budaya adiluhung akan bisa ditransfer kepada generasi muda (anak-anak). Dalam konteks ini diperlukan penggalakan pelatihan membatik di masyarakat dan pedidikan di sekolah.               

Pentas seni meriahkan launching Eduwisata || YP-Supardi 

Sementara itu, salah seorang manajemen Komite Sejahtera Astra yang juga membina para pembatik cilik, Hermawati Prastyo, mengatakan pihaknya melakukan pendampingan dan pembinaan para pembatik cilik dan semacamnya kepada anak-anak di Kabupaten Bantul dan Gunungkidul.

“Itu kami lakukan melalui sekolah-sekolah sekolah,” ujarnya.

Sedangkan Ketua DPRD Bantul, Hanung Raharjo ST, menyatakan dengan adanya kegiatan ini bisa untuk melestarikan batik yang merupakan seni budaya adiluhung.

Dukuh Gunting, Tumilan, mengungkapkan jumlah pembatik kain di Dusun Gunting sekitar 100 orang. Namun selama pandemi bisa dibilang terpuruk. Maka dengan digelarnya acara ini diharapkan dan diyakini bisa menggeliatkan kembali industri batik di dusun ini.

“Ini positif. Selain dengan adanya kurikulum merdeka (membatik) di sekolah juga sangat mendukung agar anak mengenal dan mampu membatik,” kata Tumilan. (Spd)

 

 


share on: