253 Jukir di Sleman Telah Kantongi BPJS

share on:
Wabup Danang Maharsa saat memberikan sambutan pada pelatihan Pengelolaan Parkir, Rabu (14/9/2022) || YP-Agung DP

Yogyapos.com (SLEMAN) - Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sleman menggelar Pelatihan Pengelolaan Perpakiran bagi pengelola pakir, di Rumah Makan Puri Mataram, Rabu (14/9/2022).

Pelatihan dalam upaya meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) juru pakir (Jukir) di wilayah Kabupaten Sleman ini dihadiri Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa.

Kepala Dishub Sleman Arip Pramana, menyampaikan pelatihan tersebut melibatkan 100 juru pakir yang ada diwilayah Kabupaten Sleman. “Kegiatan pelatihan perpakiran ini menghadirkan sebanyak 100 orang pengelola pakir. Seluruh pengelola pakir akan diberikan pelatihan dalam melayani masyarakat agar profesional serta memberikan jaminan keamanan bagi masyarakat,” jelas Arip.

Arip juga menyatakan dalam pelatihan tersebut dilakukan sosialisasi mengenai keanggotaan BPJS ketenagakerjaan bagi pengelola pakir dan juru pakir. Arip menyebutkan 536 pengelola pakir yang ada di Kabupaten Sleman. Sedangkan juru pakir yang telah terdaftar BPJS ketenagakerjaan 253 orang, berdasarkan hal tersebut menargetkan seluruh jumlah pengelola pakir di wikayah Kabupaten Sleman akan diikut sertakan dalam pelatihan dan BPJS ketenagakerjaan. 

“Dengan adanya kegiatan pelatihan pengelola pakir diharapkan dapat menciptakan pengelolahan pakir yang baik, aman, tertib dan ramah bagi pengguna jalan, khususnya di Kabupaten Sleman. Saya berharap dengan pelatihan ini maka pengelola pakir di Sleman dapat semakin tertib dan terhindar dari pungutan liar dari oknum tidak bertanggung jawab,” imbau Wakil Bupati Sleman  Danang Maharsa.

Danang juga menjelaskan pengelola pakir menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah dan pengelola perpakiran serta seluruh pengguna jalan raya. Terlebih saat ini terdapat peningkatan populasi penduduk yang dibarengi dengan kebutuhan mobilitas masyarakat berimplikasi pada pertambahan jumlah kendaraan serta arus transportasi  dengan konsekwensi kebutuhan fasilitas akan tempat pakir juga semakin tinggi. (Agn)

 

 


share on: