Yogyapos.com (SLEMAN) - Pemkab Sleman melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman bekerjasama dengan Ikatan Psikologi Klinis (IPK) Indonesia dan Rehahabilitasi Yakkum mengadakan Festival Saras Jiwa, di Lapangan Pemda Sleman, Jumat (14/10/2022) .
Kegiatan yang dibuka oleh Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo ini mengusung tema ‘Jadikan Kesehatan Mental Sebagai Prioritas Global’, sekaligus memperingati Hari Kesehatan Jiwa Tahun 2022.
BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-ada-togel-di-imogiri-tiga-pengepulnya-ditangkap-polisi-9593
Bupati Kustini mengajak masyarakat untuk lebih peduli dengan kesehatan jiwa baik diri sendiri, keluarga dan lingkungan sekitar. Kesadaran pentingnya kesehatan jiwa menjadi prioritas bersama.
“Sebagai salah satu upaya preventif Pemkab Sleman telah mengagas pelayanan psikologi sejak tahun 2004 .Saat ini masyarakat dapat mengakses layanan psikologi dengan tenaga psikologi profesional di 25 Pukesmas Kabupaten Sleman,” jelasnya.
Dikatakan, pelayanan kesehatan jiwa di Pukesmas berfungsi sebagai deteksi dini serta rehabilitasi jiwa berbasis komunitas. Ini semua dirangkum dalam program inovasi bernama Mata Hati singkatan dari Masyarakat Tangguh Sehat Jiwa.
Menurutnya dalam pelaksanaanya Pemkab Sleman bekerjasama dengan sejumlah pihak, diantaranya Humanity Inclusion, Sigap, Yakkum dan Siklus Indonesia.
BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-muspusdirla-fasilitasi-program-cinta-tanah-air-9592
“Melalui program Mata Hati ini, kami membuka layanan telekonsultasi online oleh psikolog seluruh pukesmas. Pelayanan ini dapat diakses cuma-cuma oleh warga rentan yang membutuhkan pelayanan kesehatan jiwa,” jelasnya.
Kustini juga memimpin ‘Deklarasi Pulih Bersama Generasi Sehat Jiwa’ terkait komitmen bersama mewujudkan masyarakat yang sehat fisik dan mental. Selain itu acara ini juga diisi dengan senam bersama screning kesehatan jiwa sekaligus konsultasi hasilnya donor darah, serta launching Buku Rehabilitasi Berbasis Masyarakat untuk Disabilitas Psikososial.
Para tenaga kesehatan jiwa || YP-Ist
Sementara itu Ketua IPK wilayah DIY, Rifqoh Ihdayati SPsi MAP mengatakan fenomena lebih banyaknya masyarakat yang memilih mengungkapkan masalah kesehatan jiwanya di media sosial.
BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-169-asn-dan-pejabat-fungsional-sleman-dilantik-9591
Menurutnya hal ini kurang tepat. Karena kesehatan mental harus ditangani dengan benar melibatkan psikolog klinis. “Saya mengapresiasi Sleman ini mempunyai psikolog klinik terbanyak se DIY yang bisa ditemui di 25 Pukesmas di wilayah Kabupaten Sleman,” ungkapnya.
Senada yang disampaikan Chatarina dari Pusat Rehabilitasi Yakkum, bahwa dengan adanya psikolog klinis di seluruh Kabupaten Sleman, maka pelayanan kesehatan jiwa semakin dekat dan mudah diakses masyarakat. Hal ini merupakan modal utama guna mewujudkan kesehatan jiwa di tengah masyarakat. "Semoga ini juga bisa diaplikasi di tempat tempat lainnya,” harapnya. (Agn)
