23 Peserta Ikuti UPA 2021 Peradi RBA, Diharapkan Jadi Advokat Berkualitas dan Bemoral

share on:
Para peserta UPA Peradi RBA bersama Ketua Pengawas Dr Roy Rening SH MH usai acara || YP-Ismet

Yogyapos.com (SLEMAN) - Ketua DPC Perhimpunan Advokat Indonesia Rumah Bersama Advokat (Peradi RBA) Bantul, Fajar Mulia SH, berharap dari organisasi yang dipimpinnya selalu muncul advokat-advokat yang berkualitas dan bermoral.

Harapan tersebut disampaikan di sela kegiatan Ujian Profesi Advokat (UPA) 2021 Peradi RBA bekerjasama dengan Fakultas Hukum UGM, di Kampus Bulaksumur, Sleman, Sabtu (11/12/2021). UPA kali ini diikuti 23 peserta lulusan Fakultas Hukum, berlangsung pukul 09.00-12.00, mendapat pengawasan ketat dari Tim Pengawas Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Peradi RBA yang dipimpin Dr Roy Rening SH MH.

“Kami DPC Peradi RBA Bantul diberi mandat oleh DPN Peradi RBA pimpinan Dr Luhut MP Pangaribuan SH LLM untuk menyelenggarakan UPA 2021 secara baik dan benar. Mandat ini kami jalankan dengan baik dan benar pula, agar melahirkan advokat-advokat baru yang berkualitas dan bermoral,” ujar Fajar yang diamini Ketua Panitia Hamzal Wahyudin SH, R Anwar Ary SH MH dan Wanda Atmaja SH.

Diungkapkan, bukti upaya melahirkan advokat-advokat berkualitas adalah semua soal ujian UPA dibuat oleh tim dari DPN. Bahkan soal-soal tersebut dikirimkan ke panitia dalam kondisi disegel lilin, dimasukkan dalam sebuah tempat terkunci dan kunci tersebut hanya diketahui oleh  Tim DPN.

Kotak soal baru bisa dibuka setelah Tim DPN mengkonfirmasi nomor kunci untuk membukanya kepada panitia saat hari H pembukaan pelaksanaan UPA.

“Dari mekanisme ini saja sudah mengindikasikan suatu kerja yang serius dan ketat untuk antisipasi kebocoran,” tukas Fajar.

Selanjutnya, jelas Fajar, hasil kerja peserta UPA segera ditanda tangani panitia maupun pengawas. Selanjutnya dimasukkan lagi ke kotak yang disaksikan pengawas dan panitia dalam kondisi disegel untuk dikirimkan ke DPN. “Rangkaian proses ini finalnya adalah pengumuman tentang lulus atau tidaknya peserta pada sebulan kedepan oleh Tim DPN. Dan bagi peserta yang lulus berhak dilantik oleh organisasi, lalu diambil sumpahnya oleh Ketua Pengadilan Tinggi. Insya Allah Februari 2022 mendatang,” pungkas Fajar.

Sementara itu, Hamzal Wahyudin, mengatakan tema UPA kali ini ‘Membentuk Advokat yang Handal dan Berintegritas’. Tema ini memacu panitia agar advokat yang lahir dari proses tahapan Peradi RBA benar-benar hebat dalam menguasai ilmu hukum, serta beradab berpegang teguh pada Kode Etik Profesi dan norma hukum.

“Dalam ujian ini materinya sama dengan organisasi lain mengenai Hukum Acara Pidana-Perdata, Industrial, Peradilan Agama, Tata Usaha Negara dan seterusnya,” katanya.

Cuma bedanya, ada prosentase khusus materi ujian tersebut yakni perbandingannya 30 persen teori, 70 persen praktik kepengacaraan. Selain itu khusus tentang Kode Etik sangat ditekankan.

Hamzal juga menegaskan, animo peserta sangat bagus. Indikasinya, mereka tertib datang satu jam sebelum acara dimulai. Bahkan selama proses pengerjaan soal-soal dilakukannya dengan ketenangan, dan usai acara nampak ceria.

Hal senada disampaikan Ary Anwar SH, bahwa antusiasme peserta sudah nampak bagus sejak mereka mengikuti Pendidikan Khusus Profesi (PKPA) pada beberapa hari sebelumnya. “Saat PKPA hal itu nampak juga dari sikap mereka menyimak pelajaran yang diberikan oleh para nara sumber, serta responnya bertanya,” ujarnya.

Ary menginformasikan dari 23 peserta tersebut, sebagian diantaranya ada yang dinas di institusi penegak hukum maupun alumnus baru S1 dan S2 Hukum.

“Orang yang masih dinas di institusi penegak hukum boleh ikut. Cuma nanti pelantikannya dilakukan kalau dia sudah tidak lagi berdinas. Siapa pun mereka, terpenting memenuhi syarat, serta bertekad menjadi advokat berkualitas, berintegritas dan bermoral,” tandasnya. (Met)

 


share on: